Skip to content
Wearen
  • Home
  • Business Planning
  • Business Solutions
  • Delivery Services
  • Ekonomi
  • Gaming
  • Games
  • Investment
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Medical Coverages
  • News
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sains
  • Teknologi
  • Trending
  • Wisata
Inilah Sejarah Jalan Malioboro dan Fakta Unik yang Perlu Diketahui

Inilah Sejarah Jalan Malioboro dan Fakta Unik yang Perlu Diketahui

Posted on July 9, 2024 By Daliya Fadilah
Sejarah

Salah satu tempat populer di kota Yogyakarta untuk diketahui adalah sejarah Jalan Malioboro. Karena banyak dari pelancong yang berkunjung tidak mengetahui soal sejarahnya, namun hanya untuk sekedar jalan di tempat wisata tersebut.

Lokasinya sangatlah strategis, yakni dekat dengan atraksi wisata lainnya, seperti Stasiun Tugu, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, hingga menjadi titik nol kilometer Yogyakarta. Selain itu, memiliki banyak fakta unik dan filosofi yang berkaitan dengan keraton Yogyakarta.

Ketahui Sejarah Jalan Malioboro, Bukan Hanya Tempat Wisata

Mengenal sejarah Jalan Malioboro yang menjadi tempat wisata, perdagangan, hingga kuliner dan memiliki umur lebih tua dari keraton Yogyakarta.

Pasalnya, nama Malioboro sendiri telah menjadi salah satu jalan di pusat Kota yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos. Sejarah Jalan Malioboro berasal dari bahasa sansekerta malyabhara, yang memiliki arti sebagai karangan bunga.

Adapun beberapa sejarawan memiliki pendapatnya mengenai nama Malioboro berasal dari nama kolonial Inggris bernama Marlborough yang pernah tinggal di Yogyakarta sekitar tahun 1811-1816 M. Jalan tersebut pertama kali dibangun oleh pemerintah Belanda sebagai pusat perekonomian tahun 1790-1945 cukup populer.

Selain itu, pertumbuhan transaksi juga semakin meningkat sejak kehadiran pedagang dari Tinghoa. Dibangun dan digunakan untuk seremonial tertentu selama 50 tahun sebelum orang Inggris mendirikan pemerintahannya di daerah Jawa.

Beberapa Fakta Unik dari Jalan Malioboro

Dikenal sebagai pusat wisata, kuliner, belanja, hingga sejarah Jalan Malioboro yang mengesankan. Dibalik keramaiannya tersebut, terdapat beberapa fakta unik yang jarang diketahui oleh banyak pengunjungnya.

Ini beberapa fakta unik dari Jalan Malioboro yang perlu Anda ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Kawasan Nol Kilometer

Kawasan ini menjadi nol kilometer sebagai patokan kawasan Yogyakarta dengan kota lainnya. Letak keberadaannya di lintasan antara Alun-Alun Utara hingga Ngejaman. Selain itu, titik nol ini juga dikenal sebagai tempat wisata bersejarah.

Sehingga, membuat sekitar jalan ini memiliki bangunan-bangunan kuno yang disebut dengan Loji atau bangunan tua peninggalan Belanja. Tidak jarang tempat ini menjadi salah satu destinasi yang perlu dikunjungi wisata luar kota.

2. Pusat Pemerintahan

Mengetahui sejarah Jalan Malioboro yang menjadi pusat wisata kuliner hingga belanja, juga difungsikan sebagai pusat Pemerintahan Yogyakarta. Di mana sekitar Malioboro terdapat kantor Gubernur serta Kantor Perwakilan Rakyat Daerah.

Keberadaannya di pusat kota terbilang sangat strategis, banyak masyarakat yang datang untuk mengurus banyak keperluan, seperti status kependudukan, legalitas, dan lainnya. Selain itu, terdapat juga Istana Negara sengaja dibangun sekitar kawasan wisata ini.

3. Pusat Perdagangan

Adapun sejarah Jalan Malioboro awalnya menjadi pusat perdagangan mulai dari tahun 1758. Saat itu dibangun Pasar Gedhe yang menjadi pusat perekonomian masyarakat sekitar hingga ditetapkan sebagai tempat jual beli oleh Sri Sultan HB I.

Semakin banyaknya pedangan berjualan, hingga mendirikan payon-payon sebagai tempat peneduh dari panas dan hujan. Setelah itu di tahun 1923-1926, payon tersebut dirobohkan dan digantikan dengan bangunan beton lebih kokoh saat pemerintahan Sri Sultan HB VII.

Kini Pasar Gedhe tersebut berubah nama menjadi Pasar Beringharjo, namun sangat disayangkan masa keemasannya meredup di tahun 1920-1930 akibat adanya depresi Ekonomi Global. Sehingga mengakibatkan lonjakan harga jual barang menjadi tidak stabil dan banyak pedangan gulung tikar.

4. Pusat Komunitas Seniman

Pada tahun 1960-an juga dikenal sebagai pusat kegiatan para komunitas sastra di Malioboro. Salah satu diantaranya ada A. Bastari Asnin, Nasjah Djamin, Idrus Ismail, serta Motinggo Busye.

Perkumpulan tersebut menghasilkan banyak karya sastra dari cerita pendek, puisi, hingga masih banyak lagi. Ada salah satu judul cerita penduk terkenal adalah “Di Bawah Kaki Pak Dirman” serta “Lengganglah Hati di Malioboro”.

Hingga banyak kelompok seniman menghidupkan tempat ini sebagai pusat seniman di Taman Budaya Yogyakarta untuk memberi ruang melalui acara bernama Gumaton Art Street.

Acara tersebut juga digelar di 6 titik sepanjang Jalan Malioboro yang menampilkan beragam acara seni tradisional, mulai dari tari, musik, dan masih banyak lainnya. Banyak masyarakat atau wisatawan untuk melihat berbagai hasil karya seni, maupun sekedar nongkrong.

5. Usia Malioboro Lebih Tua dari Keraton Yogyakarta

Berdasarkan dari sejarah Jalan Malioboro, keberadaannya sudah ada jauh dari sebelum berdirinya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat itu cenderung digunakan sebagai penghubung Pesanggrahan Garjitawati atau Ayogya dan menjadi lokasi berdirinya Keraton Yogyakarta.

Jalanan ini kerap dilalui oleh rombongan Kerjaan Mataran Islam dari Keraton Kartasura untuk membawa Jenazah raja maupun keluarga Kerajaan yang akan dikebumikan di Imogiri. Selain itu, juga sebagai jalan seremonial saksi bisu kedatangan para gubernur jenderal dan pejabat Eropa menuju keraton.

Di mana seremonial tersebut menjadi suatu kegiatan penting bagi orang jawa, karena memiliki arti untuk memberikan penghormatan dan menjinakkan kekuasaan lebih besar. Untuk itu tempat ini selalu ramai dari banyaknya aktivitas masyarakat.

Dengan sejarah Jalan Malioboro, pada Februari 2022 silam Pemkot Yogyakarta sudah merelokasikan para pedagang kaki lima ke teras Malioboro.

Post navigation

❮ Previous Post: Cara Bunuh Virus di HP yang Mudah untuk Dipraktikkan Sendiri
Next Post: Tanpa Sadar Inilah 6 Lifestyle Buruk untuk Remaja, Jangan Lakukan! ❯

You may also like

Sejarah Piagam Madinah Sebagi Acuan Rekonsiliasi Perdamaian
Sejarah
Sejarah Piagam Madinah Sebagi Acuan Rekonsiliasi Perdamaian
August 18, 2024
Sejarah
Sejarah Gunung Rushmore, Karya Seni Jadi Keindahan Alam
January 31, 2024
Biografi Cornelis de Houtman Pembuka Jalan Penjajahan Nusantara
Sejarah
Biografi Cornelis de Houtman Pembuka Jalan Penjajahan Nusantara
May 13, 2024
Ini Sejarah Ratu Inggris 9 Hari yang Berakhir dengan Tragis
Sejarah
Ini Sejarah Ratu Inggris 9 Hari yang Berakhir dengan Tragis
January 7, 2025

Artikel Terbaik

  • 5 Game Seru dengan Latar Italia yang Wajib Anda Mainkan
  • Rekap Hasil Piala Afrika 2025, Penuh dengan Drama dan Sejarah
  • Berikut Manfaat Karbohidrat yang Penting Bagi Kesehatan Tubuh
  • Tips Menabung Cepat untuk Membeli Rumah Pertama
  • Panduan Beli Gadget 2025: Pilihan Terbaik Sesuai Budget

Archives

  • April 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • July 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022

Join Us

Autobola Login

Slot Online

  • Privacy Policy
  • Contact

Copyright © Wearen 2023 .